Resensi Berawal huruf B
B

Berkurban Cara Nabi , Syekh Muhammad bin Shaleh Utsaimin (penulis), Nabhani Idris (Penj.), Abu Mukhlash (Peny.), Robbani Press (Telp. 8778-0250), Cetakan Pertama, Syawal 1425 H/ Desember 2004 M, viii + 78 hlm.

Berkurban Sesuai Tuntunan Rasulullah

Beberapa pekan lagi kita akan bertemu dengan bulan Dzulhijjah. Setidaknya ada dua hal yang menuntut perhatian sekaligus kekhusyu‘an kaum Muslimin pada bulan ini, yaitu ibadah haji dan berkurban ( ‘udhhiyah ). Sebagaimana terhadap ibadah lainnya, kita semua ingin agar kedua ibadah tersebut diterima Allah Subhanahu wa Ta‘ala .

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, tentu saja harus ada upaya dan ikhtiar serius dari kita. Salah satunya adalah dengan mengkaji berbagai macam referensi yang berkenaan dengan kedua ibadah tersebut. Lebih-lebih terhadap ibadah yang bersifat tauqifi seperti haji dan berkurban ini, di mana jumlah dan kaefiyah (cara)nya sudah ditetapkan Allah dan dijalankan oleh Rasulullah.

Dalam kaitan ini, ada dua hal yang menjadi pilar utama dari diterima atau tidaknya ibadah seseorang, yaitu ikhlas karena Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah. Sementara menyangkut ibadah kurban yang juga merupakan wahana pendekatan diri sang hamba terhadap Rabb-nya, ibadah ini memang rutin dilakukan umat Islam tiap tahun dan tentu kita semua sering melihat di mana-mana orang mempraktikkannya. Namun hanya dengan melihat praktik kurban saja tidak cukup, melainkan harus berlandaskan ilmu dan wawasan yang akurat. Dan yang lebih penting lagi, apa dan bagaimana Rasulullah SAW. melakukan 'udhhiyah ini.

Untuk itu, Anda perlu membaca buku Berkurban Cara Nabi yang ditulis oleh ulama asal Saudi Arabia yang sangat kesohor, yaitu Syekh Muhammad bin Shaleh Utsaimin. Buku saku yang merupakan karya ringkasan dari kitab Ahkamul-'Udhhiyah wadz-Dzakat ini merangkum sepuluh bahasan. Bahasan pertama tentang definisi 'udhhiyah (berkurban) dan hukumnya. Kedua , tentang syarat-syarat 'udhhiyah . Ketiga, jenis dan sifat 'udhhiyah yang paling afdhal dan yang dimakruhkan. Bagian keempat perihal orang yang dinilai sah dalam 'udhhiyah -nya.

Kelima , tentang hal-hal yang dengannya 'udhhiyah menjadi sah dan hukum-hukumnya. Keenam , yang dimakan dan yang didistribusikan dari 'udhhiyah . Ketujuh , yang harus dihindari oleh orang yang ingin berkurban. Bagian kedelapan membahas tentang menyembelih hewan kurban dan syarat-syaratnya. Kesembilan menyangkut adab menyembelih. Dan uraian kesepuluh yang sekaligus menjadi penutup buku ini adalah tentang hal-hal yang dimakruhkan dalam penyembelihan.

Menurut Syekh Utsaimin, ada empat hal yang dimakruhkan dalam menyembelih hewan kurban. Pertama, alatnya tumpul dan tidak tajam. Ada yang mengatakan malah haram, dan pendapat yang terakhir inilah yang shahih. Kedua, mengasah/menajamkan pisau atau golok dengan dilihat oleh binatang yang akan disembelih. Ketiga, penyembelihan disaksikan oleh binatang lain. Keempat, melakukan hal-hal yang menyakitinya setelah disembelih, seperti mematahkan lehernya, atau memotong salah satu anggota badannya padahal ia belum mati. Ada yang berpendapat, perbuatan ini malah haram, dan inilah pendapat yang shahih.

Poin demi poin tuntunan ibadah kurban yang dijelaskan oleh Syekh Utsaimin dalam buku ini memang rinci sekali. Dalam bab Adab Menyembelih misalnya, penulis sangat gamblang sekali menjelaskan tentang bagaimana seharusnya seorang jagal menyembelih hewan kurban, bagaimana posisinya, model penyembelihan macam apa yang harus diterapkan terhadap hewan kurban unta, sapi, atau kambing. Tidak ketinggalan pula perihal redaksi doanya sekalian ketika menyembelih.

Dalam benak kita mungkin ada sedikit pertanyaan: bagaimana dengan 'udhhiyah untuk orang yang sudah meninggal, karena di kita (Indonesia) hal itu sering pula terjadi. Untuk memperoleh jawaban ini, Anda bisa mendapatkan ulasannya pada bagian Hukum 'Udhhiyah dalam buku ini.

Banyak kasus yang berkenaan dengan hewan kurban yang jarang terjadi tapi bisa saja terjadi, sempat pula diangkat oleh penulis. Misalnya, bagaimana jika hewan kurbannya hilang, dicuri orang, mati atau binasa? Sederetan pertanyaan itu bisa ditemukan jawabannya dalam buku ini. Bagi para ustadz yang sering memperoleh pertanyaan seputar praktik ibadah kurban, insya Allah buku ini sangat membantu.

Sekalipun kecil dan ringkas, buku ini mempunyai manfaat yang besar sekali dalam menyempurnakan ibadah kurban Anda, karena penulisnya telah menjelaskan seterang-terangnya bagaimana Rasulullah berkurban. Pembaca dimanja dengan paparan yang praktis sekali dari Syekh Utsaimin. Sedemikan praktisnya buku ini, sehingga Anda dijamin gampang dalam menjalani ibadah kurban ini. Semoga ibadah kurban yang Anda jalankan sesuai dengan tuntunan Rasulullah. (Makmun Nawawi)